Training Behaviour Based Safety

0
36
training Behaviour Based Safety

Riset telah membuktikan bahwa 96% dari semua kecelakaan kerja disebabkan karena faktor perilaku manusia. Pekerja adalah manusia yang cenderung mempunyai sifat ceroboh, lalai, sering mengambil jalan pintas (short-cut), tidak mematuhi standar prosedur operasi, dll. Ini semua merupakan paradigma gunung es (Iceberg Paradigm), yang sering disebut sebagai perilaku tidak aman (unsafe behaviour). Perilaku aman dan tidak aman dari seorang pekerja tidak pernah dianalisis, bahkan tidak pernah dilaporkan sama sekali.

Kalaupun ada sistem pelaporannya, akan cenderung mengarah pada suasana saling menyalahkan satu dengan yang lain (blame culture). Padahal, menurut analisis paradigma gunung es (Iceberg Paradigm), tidak ada perbedaan antara perilaku tidak aman dengan kecelakaan kerja (accident). Keduanya sama-sama “berwujud” sebagai “gunung es”.

Bagaimana caranya agar gunung es tersebut mengecil dan mencair? Perlu adanya suatu komitmen dari manajemen dan pekerja, tentang perlunya menghangatkan suasana K3 diorganisasi perusahaan, agar tidak terjadi gunung es yang berkelanjutan, melalui program yang disebut “Training of Behaviour Based Safety”.

Program Training Behaviour Based Safety ini memang sengaja diolah dan dikemas untuk diberikan kepada perusahaan tertentu yang mau menumbuhkan benih kultur K3 (safety culture) di perusahaan tersebut. Program Training Behavior Based Safety ini akan dikelola oleh para pimpinan perusahaan, semua manajer dan supervisor dari perusahaan tersebut. Agar mereka cakap dan handal untuk mengelolanya, maka perlu adanya suatu pelatihan yang dikemas khusus untuk memenuhi kultur K3 yang diinginkan.

Dalam Training Behavior Based Safety ini, peserta akan dibekali teknik metoda baru untuk melakukan percakapan yang berkualitas (quality conversation) tentang K3. Metoda baru ini, sangat dikenal di banyak industri maju yang sudah mencapai nihil kecelakaan kerja, dengan pendekatan iklim K3 yang kondusif (postive safety climate).

 

Tujuan Training Behaviour Based Safety

Pelatihan BBS ini diselenggarakan selama 2 hari yang bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami konsep dan strategi implementasi Behaviour Based Safety (BBS) dalam perusahaan secara sistematis dan komprehensif. Diharapkan setelah selesai mengikuti Training Behavior Based Safety ini, para pimpinan perusahaan, manajer dan supervisor akan mempunyai “mind-set” yang berubah dari sebelumnya, disamping program Behaviour Based Safety (BBS) yang harus dikelola dari hari ke hari secara berkelanjutan.

 

Materi Training Behaviour Based Safety

  1. Dasar – Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  2. Principles of behavioral safety
  3. Development of critical behavioral checklist
  4. Communication skills
  5. Statistical analysis of observation data
  6. Behavioral analysis
  7. Observation methodology
  8. Coaching skills
  9. Behaviour-based safety process implementation models

 

Manfaat Training Behaviour Based Safety

  1. Peserta diharapkan akan memiliki pengetahuan tentang perilaku aman dan tidak aman.
  2. Peserta akan mampu mengidentifikasi perilaku tidak aman
  3. Peserta mampu mengembangkan program intervensi perilaku K3
  4. Meningkatkan kesadaran pekerja untuk berperilaku aman dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja perusahaan
  5. Peserta mampu mengimplementasikan BBS di perusahaan

Metode Training Behaviour Based Safety

  1. Presentasi
  2. Diskusi Konsultatif
  3. Sharing Pengalaman
  4. Studi Kasus

Keunggulan Metode Pelatihan Presentasi

  • Pendekatan Neuro Linguistic Programming

    Penyampaian materi dilakukan melalui pendekatan Neuro Linguistic Programming agar efektif

  • Experiential Method

    Penyampaian diberikan dengan Experiential Method, sehingga benar benar merupakan hologram kondisi yang sesuai dengan lingkungan kerja di perusahaan.

  • Menggunakan Akses Visual, Auditory, dan Kinestethic

    Penyampaian materi menggunakan akses Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta baik secara multimedia maupun manual learning.

  • Fokus Implementasi

    Penyampaian materi disampaikan dengan fokus implementasi dan bukan wacana serta bukan sekedar insight belaka

Target Peserta Training Behaviour Based Safety

  1. Mahasiswa tingkat akhir yang ingin berkarir sebagai HSE
  2. Safetyman, HSE Officer, HSE Supervisor, HSE Superintendent, dan HSE Manager
  3. Direktur/General Manager/Senior Manager/Manager Perusahaan yang bertanggungjawab pada operasional perusahaan.
  4. Ahli K3 Umum Perusahaan
  5. Manager Non HSE yang berminat mempelajari BBS
  6. Executive atau Praktisi Bisnis yang ingin tahu mengenai BBS
  7. Professional atau Individu yang berkaitan dengan pengelolaan BBS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here