Training Basic Safety

0
36

Dalam dinamika operasional, perusahaan harus mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan kerja bagi para pekerjanya. Sesuai dengan amanat Undang-Undang No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan dan setiap orang di tempat kerja perlu pula terjamin keselamatannya. Pelatihan ini akan memberi gambaran kepada para peserta mengenai pentingnya K3, bagaimana mengelola lingkungan kerja yang aman, nyaman, bebas kecelakaan, perlunya SMK3 dan P2K3. Peserta akan mengetahui prinsip prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerjanya sehingga terciptanya budaya keselamatan dan kesehatan kerja yang akan berdampak berkurangnya kecelakaan kerja di tempat kerja.

Tujuan Training Basic Safety

Pelatihan ini akan membahas mengenai Dasar-dasar K3 yang diselenggarakan selama 2 hari. Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan dapat mematuhi dan mengimplementasikan peraturan perundangan di bidang K3 di tempat kerjanya masing-masing. Adapun tujuan pelatihan ini adalah sebagai berikut:

  1. Peserta mampu memahami Undang-Undang No 1 tahun 1970
  2. Peserta mampu melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko
  3. Peserta mampu mengidentifikasi Alat pelindung Diri yang tepat untuk kegiatan kerja
  4. Peserta mampu memahami HAZOB, JSA, HIRA

 

Materi Training Basic Safety

  1. UU No. 1 Tahun 1970
  2. Sejarah K3
  3. Tujuan, Arti Penting, & Prinsip K3
  4. Piramida Kecelakaan
  5. Jenis-jenis Alat Pelindung Diri
  6. Identifikasi Bahaya
  7. Kondisi dan situasi yang berbahaya
  8. LOTO
  9. HAZOB, JSA & HIRA
  10. Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3)
  11. Panitia Pembinan Keselamatan & Kesehatan Kerja (P2K3)
  12. Perlunya Ahli K3 di perusahaan
  13. Organisasi Keadaan darurat (ERT)
  14. Langkah-langkah Penanggulangan Kecelakaan Kerja

 

Manfaat Pelatihan Basic Safety

  1. Kesadaran dan kepedulian mengenai K3 dari para peserta pelatihan akan meningkat
  2. Peserta akan memiliki pengetahuan tentang pencegahan kecelakaan
  3. Peserta akan memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis APD
  4. Peserta dapat menyusun HAZOB, JSA, HIRA
  5. Peserta dapat menyusun Organisasi keadaan Darurat (ERT) dan P2K3

 

Metode Pelatihan Basic Safety

  1. Presentasi
  2. Diskusi Konsultatif
  3. Studi Kasus
  4. Praktek penyusunan HAZOB, JSA, HIRA
  5. Praktek penyusunan Struktur Organisasi ERT & P2K3

 

 

Keunggulan Metode Pelatihan Presentasi

  • Pendekatan Neuro Linguistic Programming

    Penyampaian materi dilakukan melalui pendekatan Neuro Linguistic Programming agar efektif

  • Experiential Method

    Penyampaian diberikan dengan Experiential Method, sehingga benar benar merupakan hologram kondisi yang sesuai dengan lingkungan kerja di perusahaan.

  • Menggunakan Akses Visual, Auditory, dan Kinestethic

    Penyampaian materi menggunakan akses Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta baik secara multimedia maupun manual learning.

  • Fokus Implementasi

    Penyampaian materi disampaikan dengan fokus implementasi dan bukan wacana serta bukan sekedar insight belaka

Target Peserta Training Basic Safety

  1. Mahasiswa tingkat akhir, Fresh graduated SMA/MA/SMK yang ingin berkarir sebagai HSE
  2. Fresh graduated D1, D2, D3, D4/S1 yang ingin berkarir sebagai HSE
  3. Safetyman, HSE Officer, HSE Staff, Paramedic
  4. Executive atau Praktisi Bisnis yang ingin tahu mengenai Basic Safety

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here